December 11, 2016

Love, Happiness, and Growth Spot...

Tentang Cinta, Bahagia dan Titik Tumbuh

Beberapa kali aku terlibat debat serius dengan para motivator dan pendidik yang meyakini bahwa untuk melejitkan potensi kita harus selalu fokus pada kelebihan. Termasuk di dalamnya menggunakan berbagai perangkat untuk mereformat mindset demi melestarikan sugesti positif pada diri.

Makanya akhir2 ini mereka yang bakulan NLP, segala rupa hypno dan mind mastery laris manis. Aslinya karena makin banyak orang jenuh dengan rutinitas hidupnya yang monoton dan membosankan, akibatnya lejitan potensi untuk menghasilkan masterpiece sulit mendapatkan energi. Hingga solusi instanpun jadi buruan.

Sementara buat emak kayak aku yang punya banyak waktu berproses untuk menemukan celah2 yang terabaikan dan terlewati di dalam diri, solusi instan ternyata ga berhasil menambah produktivitas apalagi untuk menghasilkan masterpiece. Seringnya hanya ngaruh sebentar, habis itu ngelowor dan nglokro lagi. Sementara roda kehidupan terus berputar tanpa bisa diperlambat.

Dalam perjalananku berproses, kutemukan sesungguhnya produktivitas itu kuncinya cuma keyakinan diri dan semangat yang membara. Sedang buat aku untuk membangun keyakinan diri dan semangat bahan baku terbaiknya adalah  bahagia. Sementara  rahasia bahagiaku adalah tercukupinya bahan bakar cinta.

Ketika semua itu terjawab maka akupun menyadari, perlunya berupaya untuk sadar pada apa yang kurang. Tanpa bermaksud mengajak untuk kufur terhadap nikmat, izinkan aku membuka sebuah paradigma yang belum lumrah, bahwa sejatinya fokus pada kekurangan juga penting.

Syaratnya adalah niat kita benar2 untuk melakukan balancing, updating dan tuning up demi melakukan proses upgrading terhadap kualitas diri. Sebelum semua proses upgrading dimulai, pastikan untuk terlebih dulu menghilangkan sekecil  apapun celah buat mengasihani diri sendiri, lewat menjalani serangkaian proses healing...

Koq jadi panjang yaa...

Namanya juga solusi dengan orientasi proses tumbuh kembang diri, mana ada yang instan. Hidupku yang sudah jelang 40 ini baru mulai diupgrade sekitar 5 tahun lalu. Sementara proses restorasi dan rekonstruksi baru mulai 3 tahun lalu. Kalo dihitung yaa baru menemukan titik balik di 1/8 usia. Itu juga sudah lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kesimpulanku sementara ini, kalau mau produktif kita harus hidup bahagia. Cukup menghibur ketika aku sadar bahwa manusia yang bahagia itu bukan mereka yang sama sekali ga punya kekurangan. Kan ga ada satupun manusia yang diciptakan sempurna.

Sungguh sebuah titik terang ketika aku mulai menyaksikan ternyata manusia bakal mulai merasa bahagia kalo dia tau persis di mana letak ketidak bahagiaannya dan mulai bergerak dari situ untuk melakukan transformasi.

Lebih keren lagi adalah kenyataan, ketika seorang emak menemukan titik tumbuhnya, maka semua jiwa yang hidup disekelilingnya, dan menikmati pertumbuhannya akan ikut ketularan tumbuh.

Ternyata kemampuan untuk terus tumbuh adalah sumber kebahagiaan yang menghasilkan cinta tanpa syarat untuk diri, hingga lahirlah kemampuan untuk mencintai kehidupan dengan seluruh kapasitas diri. Sedang CINTA adalah energi tak berbatas yang mampu menyeimbangkan roda kehidupan agar berputar di dalam harmoni.

Selamat menemukan titik tumbuh, hingga berkembang kemampuan untuk terlahir kembali...

Happy Re-Born...

#ThePowerofHappyMom
#PickVelocityandAccelerate
#TowardsTheInfinitynBeyond

December 5, 2016

Lighthouse of My Life...

"Oh Tuhan ku cinta dia
Ku sayang dia, rindu dia
Inginkan dia...
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya, untuk dia...
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama, Betapa di setiap hari,
ku jatuh cinta padanya,
Dicintai oleh dia ku merasa sempurna..."

Jelang tengah malam, lantun tembang ini sudah terputar lusinan kali di telinga, beberapa titik airmata pun sudah ikut meramaikan suasana di rasaku...Memang terlalu emosional, tapi saat seperti ini emosi diperlukan agar dapat menyelami satu ruang, yang paling sulit ku kuasai dalam diri manusiaku...

Ruang yang samasekali tak punya gembok di pintu dan jendelanya, hingga siapapun bebas menyambangi, saat datang tak pernah bisa benar2 pergi lagi, tanpa merusak dinding2nya... Ruang yang pernah lantak dan berantakan, karena luka2 yang membuatku harus berkubang dalam merahnya luka dan pedihnya air mata...Ruang yang pernah begitu pengap terkepung gulita ketika legamnya amarah dan kecewa membuatnya membusuk kaku...

Begitulah kehidupan... 

Kadang terasa seperti tempat yang luar biasa tak adil, tetapi semesta selalu berputar dalam lingkaran penuh yang begitu seimbang... Gusti Allah selalu punya cara untuk menjaga manusia2 ciptaanNya yang mau mengupayakan cara terbaik demi memperjuangkan kehidupan yang bergerak, tumbuh, dan berkembang... Dia yang Tak Pernah Tidur selalu hadir lewat uluran tangan dan taburan cinta dari hati manusia terbaikNya untuk mengembalikan keseimbanganku...

Meski butuh puluhan purnama, lusinan kali jatuh dan terbentur, kumplit dengan belasan kali terperosok lubang yang sama. Sampai aku mampu belajar mengambil alih kuasa atas hatiku dan membeli kembali jiwaku yang pernah tergadai pada kegelapan...

Terimakasih sudah mau berdiri di sana menyalakan terang lentera, bagai mercusuar di tengah ganasnya samuderaku... Terimakasih sudah berkenan menantangku menerjang liarnya badai, hingga ku mampu terbang melintas di atas puting beliungnya topanku... Terimakasih atas segala CINTA yang tak pernah tersampaikan tapi nyata kurasakan, sampai ku mengerti sejatinya diriku, dan memahami indahnya CINTA tanpa syarat...

Berharap semesta membalas dengan memantulkan kembali segenap CINTA dalam bentuk Cahaya, sebagaimana yang selalu tersedia saat kegelapan menelikung jiwaku... Berdoa sepenuh damba agar keabadian berkenan mengembalikan segala kebaikan yang pernah terlukis dalam warna pelangi di diri, hingga kelak menjadi Cahaya yang membiaskan terang di kehidupan selanjutnya...

Semoga...

December 4, 2016

M I R R O R

Seandainya saja dirimu mau sesaat saja mencermati, pasti akan muncul berbagai rasa menggelitik yang memberi benakmu banyak pertanyaan, demi menuntut jawab atas dialektika yang sejatinya tengah terjadi antara kau dan dia. Sesuatu yang membuatmu terkoneksi sampai sejauh ini. Seberapapun usahamu menjauh dari jerat itu, ada sesuatu yang hingga kini, selalu menuntunmu kembali padanya...

Sebentuk rasa di dalam dirimu mungkin telah lama menggugat dengan jengah, bagaimana mungkin manusia yang menjaga kesucian sepertimu terjerat sensasi duniawi yang menelikung ragamu bagai candu.  Dirimu pun sekuat kehendak berusaha menghindarinya, agar tak terjerat lagi dan lagi. Hingga pintanya tuk dapat menatap matamu, tak hendak kau kabulkan...

Sementara di bagian lain, terbersit selarik rasa yang menuntunmu agar jujur merengkuh, bahkan menikmati tarian energi yang berhasil melesatkanmu untuk terbang mengingkari ruang dan waktu, hanya untuk mereguk secawan sensasi yang ditawarkan buminya. Hingga rasa itu senantiasa kembali meraja dari waktu ke waktu, mengajakmu kembali, tanpa dapat  kau ingkari...

Sementara di antara tarikan kedua rasamu itu, ada sekelumit rasa lain yang mestinya sudah menyelusup dalam mencoba mendamaikan keduanya. Rasa yang hadir untuk menelanjangi diri manusiamu, namun selalu kau abaikan dengan segudang alasan, meski yang disampaikannya adalah kejujuran...

Tentu saja ini semua tentangmu, bukan lagi tentang dia,  meski segala tentang dia sudah menelanjangi titik nadirmu...

Adalah dia yang logika berpikirnya telah mengaduk batinmu dengan lusinan pertanyaan. Sementara tatap matanya membuat jantungmu berdetak tak beraturan, saat senyumnya melukis hatimu dengan warna pelangi...

Adalah dia yang kalimatnya sudah membiusmu dengan rasa yang sama sekali baru, saat bahasa tubuhnya memberondongmu dengan gelombang energi, hingga kau biarkan dirimu terlempar ke dimensi ruang dan waktu yang samasekali asing demi membersamainya...

Adalah dia yang proses ngelungsunginya
bergerak nggegirisi persis di depan hidungmu, begitu transparan dan telanjang, menyihirmu hingga kau tak kuasa palingkan muka...

Adalah dia yang menarikmu untuk menyelami dasar hatinya, demi menjadi saksi dari kegelapan di relung jiwanya, yang perlahan tapi pasti bergerak merengkuh cahaya, lewat lantunan alunan Safari Internal dan Cinta Sejati, in
ti ajaranmu kala itu...

Tapi kali ini bukan tentang dia lagi, ini tentang dirimu yang tengah bangkit dan tumbuh memenuhi tuntutan peran,  demi bergerak lebih cepat, membubung semakin tinggi, kemudian melesat jauh...

Dialah sebingkai lukisan kenyataan, yang hadirnya tak pernah kau inginkan, namun adanya begitu sulit untuk diingkari...

Hanyalah sebentuk cermin, yang kini ditawarkannya... 

Maukah dirimu bercermin, demi menatap pantulan wajahmu di antara gelap dan terang jiwanya. Adakah dirimu memahami gelisahnya, 
saat dia menangkap sinyal rasamu menyelusup jiwanya. Manakala kalimatmu membelai geletar nadinya, dan meruntuhkan realita atas batasan asa di kehendaknya...

Jutaan kata seakan tengah merapat dan berhimpun, menghantarkan gelombang demi gelombang energi ke tepian. Menyingkap tabir rasa, yang kelak kan mengajakmu memaknai setiap dimensi ruang dan waktu yang terberi...

Semoga...




Being with You...

Being with You... Means discovering a passageway to jump over the space and cheat the time.  As if the soul steps on a bright tunnel that bring me closer to you...

Being with you... Means allowing the life within dancing around the multidimensional space, where illusion shade reality, at the twilight zone when the light touch the dark shadow inside...

Being with you... Means tasting the movement of each seconds in life, standing before the very mirror, where the darkest shadow inside honestly reflected...

Being with You... Means embracing each faces of LOVE which come inside in so many forms, peeling each veils that covers every darkest secrets, until time is right for the clarity of soul revealed. So I can taste all colors of Rainbow from the unconditional LOVE within...

Being with You... Means permitting the collaboration between the heart and soul in order to unite any form of differences, until our sacred union creates synergy...

Being with You... Means wishing with all the hopes inside, to find the maps and the compass, so one day I can walk my way back HOME...

My gratitude for every chance of Being with You, wishing whatever we share in Life will never come to an End...

Heaven Helps...

November 27, 2016

The Existence of Humanity in Life...

For me the existence of humanity in life always tastes more like a journey. It feels like we are rivers, running from different part of this planet...

Yet we are moving under the same sun and same moon towards the same ocean. As much as we are different, our life is heading the same direction...

The separation or oneness will be seen, depend on our position... If we could reach high enough we will see this planet in better perspectives as one place for all.  Even when we go higher we will see this tiny little earth is only a minor part of something way loads larger...

Humanity rise n fall all the time, since the beginning of life when Habil n Qabil conflict took place... Rohingya and all other conflict on earth that cost life and blood are made for a reason by some groups of people, even the new problem occurred in Jakarta...

We need to go beyond our horizon, move towards the infinity and see what's beyond it. I only see, this tiny little earth we live on couldn't afford more than One God...

Yet  human tends to have two Gods in life... The One who Creates life, and the very one we create in mind, Who eventually cost separation, hatred, anger, blood even lives...

The question will be... Are we ready to accept LIFE as it truly is...??? Or we still love the ideal life, create by the very God who Rule our mind, where we believe some groups of people are better than the others, and the better groups will enter heaven...

Would we believe that every single individual part of humanity who live on earth, have the equal chance to deserve heaven up there...???  As much as I would believe all of us share the same responsibility to conserve and preserve the balance of life on earth...

All will be costed and counted according to our contribution in making heaven a real place on earth while we still pretty much alive...

I don't know how all of this would come to your senses... Yet going beyond our horizon is my only answer against separation...

#TowardsTheInfinityandBeyond
#GetALIVE #BeALIVE
#VelocityandAcceleration

October 27, 2016

The Truest Truth...

A student who knocks on my box chat with a head full of ideas and questions, always excite me more than anything in the world. Last week this student wrote an article and show me.  Interesting article, and I can't stop myself to question what she wrote...

And I believe this dialog is really worth reading, I decided to post this as  a blog because some of the parts I wrote, need a #Note2Myself sticky label...

Naf : I'm so truthful and truth can always be seen in my eyes...

Me : I like this statement... but I wonder which truth you're talking about...? Yours or the truth most people agree of...

Naf : HEHEHE im not sure with the 'im so truthful' either but i like the truth. I appreciate truth more than anything else. Ironically, sometimes i myself do have problem with realizing the truth, yes?

Me : Hahaha... Because there's a lot of versions in truth, like it has too many faces... You need the truest truth, real truth the innermost part of you representing...

Naf : So i need to find the truest truth?

Me : Or more over... hear n observe it within you...

Naf : The truth..
Of what? Exactly?

Me : Of anything... Like the statement... "you need to be true to your heart"...

Naf : Yeaaahh.. True
I want to be better...

Me : You tend to follow the most acceptable truth to your mind...
Being better is depending on how you see good n bad in life... Which both are illusion. Unless you know your own truth...
Better means closer to your path...

Naf : You tend to follow the most acceptable truth to your mind...
Can you please explain further..?

Me : Finding the truth takes courage to choose, not walking on mainstream journey...
Since truth isn't always what you think is true, truth needs the feeling to feel good about it...

Naf : How can good and bad be illusions?

Me : It's a matter of perspective and perception... Depends on where you're standing...
With your ability to use your brain... you need the ability to learn from all perspectives and perceptions possible without judging if that's good or bad...

Naf : I need practice...

Me : Sometimes we need the ability to walk the road less traveled... Try writing, it is the best practice to see where you stand...
And don't worry of practicing... I've learned to see my truth a lifetime, and I haven't mastered it yet...
Muslim world force us to live in a box, but those with the ability to see beyond the horizon, will never see any box...

Naf : The muslim world.. I would say its the people, the community who force us to live in the box. But those who truly is a muslim should be able to see beyond the horizon.
Because real muslims are made to make the world a better place, right? We have to be able to see beyond the box. The box is just a boundary people make, isnt it?

Me : That's why I say in Muslim world... not as Muslim in particular... 
Look at what those who claim to be Good Muslim do to Ahok...
Yes dear... we should not see a box... 
The universe is our limits... All the galaxies are expanding... 
Even the diameter of Milky way grows from 100k light year to 150k light year...
That's why I taught you to define your truest truth... Never let any box or boundaries define your truth...

Naf : I think it'll take time for me to completely understand this but thanks, mak(:

Me : Hahaha... you need a journey to understand what I wrote...
It's like I'm showing you the road map I traveled... You will never see what it's really like until you travel your own journey... Then you will draw your own road map, which most probably will be different than mine...
Like showing you a place on google map... you won't understand what I'm showing until you go down the place I show you...

Naf : Yeaaah true...

Me : Sometimes thing will turn out wrong before it's heading to the right direction...Fear will never get you anywhere... Since, bravery isn't about the absence of fear, but more about the ability to handle them...

Naf : True true... But i'm not sure what i must do...

Me : Listen to your heart...
Silence your mind...

Naf : Its not easy.-. ... Tell me how..? I tend to think things through, Not feel...
Tho ive just learned that feelings, and what the heart says is as important, 
silencing the mind have never been easy to do...

Me : Practice... Moreover Be honest and true to your heart... 
Good is not always looks right.. But it does feels right...

*Courtesy of Nafisa Athiya, Grade 10, 
School of Human Student www.smasoh.com


October 6, 2016

The Fact of Falling in Love...

Falling in love actually is only a gate before two souls collide in universal collision. In my stage of being, I can fall in love daily to any souls that cross my path...

It's not my privilege to choose whom to love,  as the love always chooses them for me. One thing for sure, Love is a powerful energy that can ignite growth out of our life, as we choose to make the world really worth living...

Thank you for showing up and teach me the next level of unconditional love lesson.  Allow me to have the pride of saying, I Love You...

#GetALife #BeAlive
#TowardsTheInfinitynBeyond

Wings of The Pheonix

The stars knew how long I've been wandering to find the heart that beats in tandem with mine.. The sun noticed how far I'd like to t...