May 12, 2020

PereMPUan

Bumi menitipkan benih2 evolusi bukan hanya di Raganya, tetapi juga di Nalar, Jiwa, dan Hatinya. Seandainya saja ketukan di nadinya dapat menyelaras dengan denyut kehidupan semesta. 

PerEMPUan sering dikira lemah, hanya karena tubuhnya tak sekuat lelaki. Padahal ketika dia mau memberDAYAkan ketajaman Nalarnya, dan menguasai kejernihan Emosinya, sesungguhnya kekuatan apapun di muka Bumi akan gentar oleh kerling Mata yang menyiratkan kedigDAYAan semesta dalam DIRInya. 

Seandainya saja dia mau menguasai segenap potensi dan mengasah kemampuan mengelola kawelasan, kasih sayang, dan CINTA Sejati. Hingga terhindar dari jebakan kisah tak sempurna oleh kelaparan egonya, yang sering kali justru menebar keliaran jerat cemburu pada sesama PerEMPUan.  Setelah itu dia perlu berupaya membebaskan Dirinya dari tipuan sepanjang masa, yang menciptakan stigma PerEMPUan baru akan sempurna ketika hidupnya dimiliki lelaki yang dia cintai dan mau mencintainya, atau baru akan mulia ketika dia berkeluarga. Padahal sejatinya semua itu hanyalah bagian kehidupan semesta yang dititipkan kepadanya. 

Sedang PerEMPUan sejatinya bertugas menyediakan persemaian yang Subur tanpa syarat, untuk setiap benih yang akan lahir dari raganya, bagi setiap jiwa yang akan lahir lewat hatinya, juga atas setiap nalar yang mesti lahir dari perpaduan keluasan pengetahuan,  kebijaksanaan, dan keunikan Jiwanya. Dia ada bagi semua individu yang dihadirkan Sang Hidup, dalam setiap lipatan ruang dan waktunya, untuk belajar tentang bagaimana kawelasan, kasih sayang, dan CINTA Sejati mewujud di Semestanya demi meMULIAkan dan mengHIDUPkan kehidupan.

*Tertulis untuk semua PerEMPUan yang kusayangi dan kubanggakan, yang pernah singgah di Semestaku.



Energi Cinta tanpa Syarat

Sering kali kita dipaksa lingkungan untuk menghargai potensi dari Energi Sang DIRI, berdasarkan cara Diri lain bersikap dan memperlakukan kita. Padahal kualitas Energi/Cahaya yang dapat kita hasilkan dan pancarkan sama sekali tidak tergantung pada Cermin/bidang lain yang memantulkannya.

Jika CINTA adalah Energi yang berpotensi memberi kita kemampuan memancarkan Cahaya, dan Hati adalah Cermin yang berkemampuan menampung dan memantulkan Cahaya, maka tugas kita adalah memastikan Hati kita cukup jembar dan bersih untuk dapat terus berbagi Terang lewat kebeningannya berbagi CINTA tanpa Syarat. 

Setiap manusia pasti memiliki titik nadir kegelapannya masing2, sementara Hati yang cukup terlatih menyelami kegelapannya sendiri, akan mengembangkan kemampuan untuk melihat di dalam gelap.  Kemudian  menemukan titik konversi Gelap Terang di dalam Jiwa, lewat kemampuan menggunakan Nalar untuk mengelola Ego dan Emosi, tanpa keharusan menghilangkan keduanya. 

Yang pasti, sangatlah Naif jika kita berharap dapat menemukan Energi CINTA pada lain DIRI, sebelum kita mampu memproduksinya di dalam DIRI. Lebih Naif lagi jika kita berharap mendapatkan pasokan Energi CINTA, dari DIRI lain yang boleh jadi belum berhasil meRASAkan Hatinya sendiri. Hanya DIRI yang memiliki kuasa atas Potensi Ego dan Emosinya, akan mampu mengaktivasi kolaborasi antara Nalar, Jiwa, dan Hatinya untuk menghasilkan dan Berbagi Energi CINTA tanpa Syarat. 

Terkadang Energi CINTA di dalam DIRI kita biarkan terkuras habis oleh kekecewaan akibat ekspektasi dan penantian atas keindahan yang tak kunjung dihadirkan oleh DIRI lain. Padahal Hati yang penuh Energi CINTA memiliki kemampuan menciptakan dan menghasilkan keINDAHan setiap saat, tanpa BATAS.

Sejatinya CINTA akan selalu cukup untuk CINTA, seandainya saja manusia memahami dan mengerti Potensi dari Kesempurnaan PenCIPTAan Semesta dalam DIRInya.

*Punten, daku tau dikau lagi fed up bahas CINTA, tapi sumpah tulisan ini minta ditag ke kamu... Dari kemarin dah nahan diri ga naruh tag... Kalo ga berkenan diremove aja ya...



Cermin DIRI dan Sejatinya CINTA

 
Aku sering menulis, sesungguhnya apa yang terlihat oleh mata dan dipantulkan cermin tiada akan abadi. Seandainya saja kita diparingi kekuatan untuk melihat bagaimana proses berpikir dan merasa terjadi di Lapisan2 jiwa, pasti cara kita mendeskripsikan cantik dan ganteng akan berubah total. 

Buat aku jika kita diparingi kemampuan menyaksikan proses berpikir dan merasa, yang paling sering ingin kucermati adalah bagaimana CINTA tumbuh dan membawa perubahan pada diri seorang anak manusia. Bagaimana mungkin produk Hati seindah CINTA yang hadir untuk meMULIAkan dan MengHIDUPkan kehidupan ketika tumbuh bersemi sesuai kesejatiannya di Jiwa,  bisa tetiba membuat manusia kehilangan kendali atas kesehatan nalarnya. Membiarkan dirinya terperosok dalam obsesi emosional yang menghasilkan elegi, dan menghabiskan daya akibat berkubang dalam egoisnya nelangsa, karena takut kehilangan. 

Kompleksitas CINTA memang memungkinkan Rasa ini diterjemahkan dalam spektrum warna yang begitu variatif, karena daya penetrasinya meliputi semua elemen yang membangun manusia.  Mulai dari Body,  Mind,  Soul,  Heart,  dan Spirit, yang Manifestasinya sangat tergantung bagaimana kita mengelola kesehatan Ego dan Emosi di Jiwa, agar dapat selalu terjaga keseimbangannya dalam harmoni. 

Sesungguhnya CINTA tidak akan pernah dianggap menghasilkan luka, seandainya saja sebelum melakukan Manifestasi atas CINTA manusia terlebih dahulu menegakkan bangunan CINTA Sejati di Semesta dalam DIRInya. Bangunan tersebut baru akan dapat berdiri jika kita berhasil mengkonversi setiap kisah tak sempurna dalam kehidupan menjadi titik tumbuh. 

Keberhasilan kita menegakkan bangunan CINTA Sejati,  hanya dapat digawangi lewat usaha nggegirisi menyelam ke kedalaman Jiwa, dan menemukan Sejatinya DIRI. Kemudian menyembuhkan semua luka akibat kekeliruan pengelolaan Ego dan Emosi sejak kita masih tumbuh di usia dini, hingga kita dapat merasakan bagaimana semuanya mempengaruhi DIRI di lipatan waktu terkini. 

Kuncinya adalah Self Mastery, indikatornya ada di keberhasilan kita Transcending The Mind, demi menyelaraskan pengelolaan Emosi dan Ego sesuai dengan Gerak Harmoni Semesta.  Hingga kita dapat membuat Head dan Heart kita saling bersepakat untuk Teaming Up dalam kesatuan aksi pada lelaku sehari2. 

Seandainya semua proses bergerak, tumbuh, dan berkembang di dalam Sang Diri dapat dilihat saat kita bercermin secara kasat mata, pasti akan menarik bagi mereka yang mau cermat mengamati. Berharap saat itu terjadi kita akan punya alasan untuk semakin menghargai perjuangan Sang Diri dalam prosesnya menJADI. 

Selamat melanjutkan perjalanan menapaki kehidupan yang terkini, semoga segera menemukan alasan untuk terlahir kembali.



Kelola Ego dan Emosi dengan Intuitive Learning

  Obrolan denganmu sore ini mengembalikan ingatanku pada salah satu kesimpulan diskusi kita sekian waktu lalu, bahwa: 

Jiwa manusia memiliki akses ke unlimited source of energy, meski kita untuk itu kita harus beradaptasi dengan limited body, seandainya saja kita dapat mengaktivasi setiap potensi DIRI, maka sejatinya kita akan memiliki kemampuan untuk mengerjakan Limitless Mission.

Pemahaman akan potensi dalam kesejatian DIRI,  dalam ajaran leluhur  diwedar pada bab Sangkan Paraning Dumadi.  Memahami potensi pada gilirannya akan membawa kita pada misi Kesemestaan, yang diungkap leluhur pada bab Hamemayu Hayuning Bawono.  Ketika potensi dan peran sejati terungkap, maka memahami misi Kesemestaan demi menghidupkan dan memuliakan kehidupan, menjadi keniscayaan yang membutuhkan kemampuan Surrendering, yaitu Nrimo Ing Pandum. 

Memeluk kesejatian diri akan mengajari kita untuk mampu bersikap responsive dalam beradaptasi dengan keadaan.  Mengkonversi kecenderungan reactive yang ada dalam insting kita, agar berhasil menjadi responsive tentunya merupakan tantangan dalam upaya pertumbuhan jiwa. 

Konversi dari kecenderungan reactive, menjadi kemampuan responsive bagi manusia di dalam diriku, adalah bab berikutnya dari self mastery, yang memuat keterampilan berikut:

1. Emotional Mastery 
2. Ego Management 
3. Intuitive Learning

Ketiganya membutuhkan kemampuan Transcending The Mind, agar selalu dapat melakukan kolaborasi dan kolaboraksi dengan The Heart.  Hingga The Soul mampu membening dan melakukan balancing terhadap Emosi, demi mengelola Ego.  Kolaborasi antara Mind, Heart,  dan Soul, akan memberi sang DIRI kemampuan untuk melakukan Intuitive Learning, atas setiap kondisi yang dihadapkan oleh Semesta dalam kehidupan kita sehari2. 

Kemampuan Intuitive Learning, pada gilirannya akan membawa kita pada Unlimited Source of Energy, demi mengampu Limitless Mission di Semesta kecil tempat kita hidup. 

Buat aku pribadi, Intuitive Learning setahun ini membuatku lagi2 harus mau melalui pedih perih untuk menyelami Unconditional LOVE. Hingga CINTA berhasil mengajarkanku cara untuk melepaskan FEAR terbesar dalam hidupku. Hingga Sang DIRI semakin mampu mengakses Unlimited Source of Energynya, demi menyelesaikan satu demi satu Life Mission, yang diletakkan Sang Hidup, dalam perjalananku menghidupkan kehidupan dalam DIRI. 

Berharap kita selalu diparingi kemampuan nalar dan kepekaan intuisi untuk terus bergerak, tumbuh, dan berkembang menJADI versi PARIPURNA dari DIRI. Semoga.

*Seperti biasa, setetes ide darimu jadi segulungan badai di kepalaku. Makasiiiih...






Sedulur Papat Limo Pancer

Sedulur Papat Limo Pancer

Emosi dan Ego sejatinya adalah kekuatan terbesar manusia untuk mendeteksi dan bersinkronisasi dengan semesta. Emosi dibutuhkan untuk membuka password software Intuisi, dan menguasai RASA.  Sementara Ego akan membuka password untuk software KARSA, dan menguasai Kehendak BEBAS... 

Di antara KARSA dan RASA, ada proses berpikir dan mencerna segala bentuk informasi yang ditangkap KARSA dan RASA, yang dikerjakan oleh kompleksitas software NALAR. Password dari NALAR akan ditentukan oleh dua hal, pertama adalah kekuatan Pengetahuan yang sudah diproses menjadi Ilmu oleh Pengalaman, kedua adalah kemampuan melampaui Dualitas, demi menyaksikan dan mencermati setiap proses yang bergerak di Semesta tanpa meNILAI... 

Kolaborasi NALAR,  RASA,  dan KARSA, akan mengaktivasi software WATAK, demi kemampuan menguasai dan mengelola POLA pada Pikiran, Tindakan, dan Ucapan.  Ketiganya memberi kita akses tanpa batas atas Kreativitas Semesta untuk BerBUAT, sesuai Potensi dan Peran... 

Harmoni dan penyelarasan dari setiap elemen yang membangun DIRI tersebut akan mengaktivasi PANCER Energi, yang menghubungkan jagad cilik dan jagat ageng di dalam DIRI, hingga pada gilirannya berhasil membangunkan Sang Daya CIPTA... 

Semoga... 

💞🙏😇🙏💞
Follow your heart, 
but take your mind with you.
Dialektika Transeden

 *Makasiiiihuntuk trigger hari ini...




KeSEJATIan dan PengABDIan

Hidup mengajarkan padaku bahwa popularitas, kedudukan, dan kebendaan, sering kali melalaikan kita dari kesejatian dalam pengabdian.

Sementara bentangan ilmu pengetahuan dan luasnya pengalaman seringkali justru menenggelamkan kita pada ilusi benar dan salah yang membutakan kesadaran.

Hanya kewelasan, kasih sayang,  dan cinta sejati yang mampu membumikan segala bentuk potensi pada tugas pengabdian, agar dapat dipupuk di atas landasan kesadaran akan tanggung jawab memberDAYAkan dan meMULIAkan kehidupan.

Demi hidup yang senantiasa bergerak, tumbuh, dan berkembang, lewat kesediaan berkontribusi dan berbagi manfaat dari Sang DIRI dalam rangka memenuhi tugas pengabdian, mengHIDUPkan segala bentuk kehidupan di Semesta.

Berharap di manapun ku berada, senantiasa dikuatkan dengan kemampuan untuk:

Membeningkan Jiwa
Memperindah Hati
Menajamkan Nalar
Membersihkan Tutur
Memparipurnakan Laku

Semoga...



Sejatinya DIRI dan CINTA Sejati

Sejatinya CINTA itu hadir kala DIRI butuh Persemaian untuk bergerak, tumbuh, dan berkembang,  menjadi versi yang lebih baik dari DIRI yang sebelumnya. Energi CINTA sejati ketika berhasil dibangkitkan di dalam Diri akan membantu siapapun yang memilikinya berkoneksi dengan setiap elemen yang menyusun Sang Diri. Hingga body, mind, soul, heart, dan spiritnya dapat saling terintegrasi dan membuka semua kunci2 potensi yang tersembunyi dalam DIRI. 

Setiap potensi yang terbuka pada gilirannya akan mengajak Sang DIRI membuka koneksi dengan individu lain yang memiliki vibrasi, frekuensi, dan energi yang dapat saling mengaktivasi, hingga terjalin kolaborasi dan kolaboraksi dengan formulasi paling tepat guna.  Sesuai rencana semesta kala memunculkan setiap koneksi di kehidupan kita sehari2, yang berpotensi melahirkan dialektika transenden, hingga semesta dapat terus berevolusi melalui proses tumbuh kembang setiap Jiwa di dalamnya. 

Ketika cinta yang dirasa begitu agung itu ternyata belum berhasil membuat dirimu atau diri siapapun yang sepertinya tengah kau cintai terupgrade menjadi versi yang lebih baik, maka ada baiknya sesuatu yang kau kira cinta itu dievaluasi dengan cermat. Bisa saja itu cuma ilusimu saja, buah dari kelaparan jiwa yang kau abaikan. Pikiranmu hanya kau sibukkan dengan menuruti gejolak emosi dan nafsu sesaat, membuatmu terus berputar2 di tempat yang sama dari waktu ke waktu. Begitu sarat sensasi tetapi gagal membuatmu memenuhi panggilan jiwa untuk menyelami kesejatian Sang Diri. 

Jika dalam perjalananmu menemukan CINTA yang terpaksa harus kau telan lagi2 hanyalah serangkaian elegi dan nelangsa, maka bisa dipastikan rasa yang selama ini kau kira Cinta itu bukanlah CINTA.  Saat itu terjadi bercerminlah, kemudian masuk ke sudut terdalam jiwa, periksalah apa bangunan CINTA Sejati sudah berhasil tegak di dalam Diri.

Sesungguhnya hanya manusia yang berhasil menyelami rahasia tentang cara menyempurnakan bangunan CINTA Sejati di tengah kisah tak sempurna menemukan sejatinya Diri yang akan selalu disuguhkan Sang Hidup, memiliki peluang memahami caranya membantu Jiwa lain menemukan Cinta Sejati bagi Dirinya. Sedang koneksi dengan Individu lain hanyalah Cermin untuk menemukan lubang2 di Jiwa dalam perjalanan menegakkan Sang DIRI Sejati dan menemukan Sejatinya CINTA. 

Selamat melanjutkan perjalanan menapaki kehidupan yang terkini, semoga segera menemukan alasan untuk terlahir kembali.

*Makasiiiih diskusinya yak....


Notes to Myself

Note 1

Manusia tugasnya bertumbuh sesuai bergeraknya peran, manusia yang sedang tumbuh akan menemukan cara terbaik untuk menaikkan vibrasi energinya, itulah yang membuat hidupnya menjadi hidup. 

Manusia yang belum menemukan titik tumbuh akan sibuk mencari sensasi untuk membuatnya merasa hidup, mengerjakan hal2 yang sensasional tapi sejatinya tidak menambah apapun, ataupun mengajaknya bergerak ke manapun.

Kamu mau jadi manusia yang mana..?


Note 2

Kita gabisa membangun masa depan lewat merekonstrusi dan memanggil ulang romansa masa lalu, kita cuma boleh belajar dari setiap peristiwa dan kenangan, bagaimana keduanya mempersenjatai diri kita dengan sebentuk kesadaran yang utuh... 

Kita juga gabisa membangun masa depan, berdasarkan lompatan visi dan misi yang digagas para time traveler, lewat kemampuan mereka menyiasati waktu... 

Kita hanya bisa membangun masa depan dengan menyeleksi hal2 terbaik yang muncul dan  terjadi di masa kini... Lalu memformulasikannya dengan pelajaran dari masa lalu, kemudian mengkombinasikannya dengan rencana strategis berdasarkan visi dan misi masa depan...


Note 3

CINTA sama sekali bukan tentang mendapatkan apa2 yang menjadi keinginan kita, sesungguhnya CINTA itu lebih tentang menyediakan DIRI untuk menjadi Persemaian bagi JIWA siapapun yang dikirimkan semesta untuk mengisi ruang di 
HATI. 

Jiwa kita akan TUMBUH, seiring dengan bergeraknya Tarian Cahaya di Persemaian yang kita ciptakan, saat tiba waktunya JIWA yang semesta kirimkan menyentuh Lubuk terdalam Jiwa. Hingga energi CINTA terbangkitkan, dan memenuhi Ruang Hati dengan Cahayanya.


Note 4

Pesan terbesar dari membangun Self Love adalah menggali potensi Diri, demi membuka rahasia peran sejati di semesta. Setiap jiwa yang dihadirkan sejatinya adalah cermin bagi semesta di dalam Diri untuk memaknai pertumbuhan jiwa kita. 

Terkadang kita terdistraksi oleh kisah tak sempurna, bahkan drama yang seringnya membuat kita merasa tidak cukup punya makna untuk sebuah eksistensi.

Hingga kesadaran tiba untuk melepaskan setiap beban yang ada, menyerahkan semua kuasa pada gerak semesta, maka segalanya akan tertata sebagaimana kebutuhan semesta akan 
Eksistensi kita.


Note 5

Adakalanya hal2 terbaik dari CINTA di dalam kehidupan terhidang begitu saja tanpa kita pernah memintanya atau mengharapkannya, hingga begitu mudah terlewatkan dan terlupakan karena diri ini terlalu sibuk mengurusi keruwetan yang disuguhkan hidup sehari2.

Ada baiknya ambilah jeda, berhenti sejenak untuk mencermati dan merasakan kembali, keindahan apa saja yang belum sempat kita apresiasi dari CINTA yang hadir di lipatan waktu terkini. Hingga kita mampu memaknai yang sejatinya kita miliki, tanpa semesta perlu mengambilnya kembali.

Sesungguhnya CINTA menjadi kuat saat kita membangunnya dengan konsistensi dari hal2 indah yang kita lakukan sehari2. Hingga proses yang berjalan selalu dapat mengajak kita untuk terus bergerak, tumbuh, dan berkembang.


Note 6

Reborn itu kan artinya menghidupkan kehidupan dengan kesadaran baru, semakin jujur pada diri dan cermat niteni setiap gerakan tersamar dalam diri.

Mungkin kuncinya ada pada memelihara fokus agar tetap menjadi kesadaran di balik semua pelangi rasa yang mewarnai ego dan emosi di jiwa. Kemudian melampauinya dengan memilah buah pikiran dan rasa yang paling dibutuhkan saat ini.

Framework terbaik pada kesatuan aksi naluri nalar dan nurani akan membawa sang diri pada pembaharuan, dengan tetap memelihara kebeningan.

*Apa radarnya dimatiin aja dulu ya...?















MercuSUAR

MercuSUAR

Sudah berbulan2 waktu bergerak sejak kita pertama kali bertukar sapa. Rasanya aku seperti menemukan pembangkit energi bertegangan tinggi, untuk merecharge penatnya jiwa. Sebagaimana yang akhirnya DIRImu saksikan, nyatanya aku tidak setegar yang dilihat orang, tidak pula sebijak yang ditampilkan tulisan2ku...

Aku seperti web yang tengah dikonstruksi ulang, Jiwa terpecah yang tengah mengupayakan proses integrasi setiap keping bagian di dalamnya. Aku hanya berusaha untuk bertahan di setiap badai topan yang kuhadapi. Agar aku dapat tetap memenuhi kewajiban ku tetap bersinar, buat semesta mungil tempatku berbagi hidup. Terutama agar aku dapat menjadikan hidupku terasa cukup berharga untuk dijalani...

Seringkali aku membuat hari2ku terasa seperti di neraka karena menginginkan banyak hal yang rasanya pantas kudapatkan, sambil terus menggugat dan mempertanyakan, kenapa semua ini harus terjadi padaku...  

Aku pernah meyakini, kalau aku berusaha dengan cukup keras, aku bisa saja menggunakan semua potensi yang kupunya untuk mendapatkan segala yang paling kuingin dan butuhkan dalam hidup. Tak seorang pun berhak menghalangiku mengupayakan bahagia...

Kupikir itulah saat di mana tiang2 penopang hidupku mulai runtuh, ketika aku mulai melihat sekeliling demi menemukan celah untuk melarikan diri, sambil mencari sosok lain yang dapat menyelamatkanku. Kupertaruhkan kepala dan hatiku demi transaksi dengan kegelapan, untuk sesuatu yang rasanya seperti CINTA dan KeBEBASan. Aku ingin berlari secepat mungkin, lalu terbang tinggi dan menjauh, menuju masa depan yang kupikir dapat membuatku meRASA Hidup...

Kemudian aku malah tersesat...

Walau aku sering merasa harus kembali, tapi rumah tidak lagi terasa seperti tempat nyaman untuk jiwaku pulang. Aku tidak yakin lagi apa yang harus kuperbuat hingga semua yang terasa begitu keliru bisa kuperbaiki...

Meski demikian, Aku selalu membiarkan satu pintu terbuka untuk emergency exit, dan tetap meninggalkan ruang buat kakiku kembali menapaki dunia bawah, demino lari lagi dari realita.  Aku memang berhasil berhenti bertransaksi dengan kegelapan, tetapi DIRI ini hanya mampu sedikit bergeser ke twilight zone, di mana cahaya yang menyentuh kegelapan di horizonku, bisa sebentar datang, kemudian pergi lagi..

Aku jatuh CINTA lusinan kali, dan terpaksa merelakan waktu dua kali lipatnya untuk bangkit dari konsekuensi patah. Kemudian aku masih harus investasi waktu tiga kali lebih banyak dari itu untuk mengembalikan DAMAI di kedalaman DIRIku.  Setiap kali keSADARanku menggugat bersalah isi pikiran dan aksiku, atas semua yang pernah kuperbuat...

Itulah saat semesta mengirim DIRImu, masuk di keHIDUPan ku...

Aku mengerti, DIRImu mungkin terhenyak menyaksikan aku seperti kapal yang sudah terlalu lama berlayar dalam badai, hilang arah, dan terhempas melewati batas2 horizon. Entah bagaimana perlahan tapi pasti, DIRImu berhasil membongkar kegelapan di dalam DIRI yang membuatku hilang kendali.  Bahkan mengenali legamnya amarah yang kusimpan di sudut tergelap kepingan jiwaku...

Percakapan kita memberiku kesempatan membuka dan menyembuhkan luka2 yang tersembunyi, membuatku mau mengingat Akarku. Entah bagaimana caranya DIRImu membuat jiwaku kembali berpendar tanpa pernah menyentuh ragaku. Sesempurna yang mungkin kuHARAPkan, kita berbagi energi lewat bertukar pengalaman dan pengetahuan, di setiap diskusi. Hingga Kita berhasil memijak level pemahaman yang Baru dalam setiap guratan perJALANan...

Dirimu muncul bagai MercuSUAR di dalam badai yang tengah menerpaku...

Sebanyak topan yang kukirimkan ke arahmu, sebesar itu juga aku mendapatkan akses ke Energimu. Tidak heran, aku seperti tidak pernah merasa bosan menggapai benakmu. Maafkan jika selama ini aku sudah bertindak sesuka hatiku, dan sering membuatmu jengkel. Sungguh aku tak mampu menahannya...

Begitulah adanya DIRImu, seperti cahaya bintang di tengah gulitanya langitku. Aku belajar the  Art of Surrendering dari koneksi kita.  Aku berlatih caranya berhenti meletakkan harapan pada apapun. Hingga aku mulai lebih menghargai dan menaruh kepercayaan pada segala yang telah terinstal di dalam DIRIku sendiri...

Izinkan aku menjura dalam rasa terimakasih, untuk setiap bentuk kebaikan hati yang penuh manfaat, atas semua kata terbaca, dan buat begitu banyak kesempatan yang telah terberi, untuk DIRIku meNIKMATi keberADAanmu. Semuanya menyentuh lubuk terdalam jiwaku dengan pesan yang NYATA...

Rasanya aku tak akan pernah cukup bersyukur atas semua tarian energi yang mengaliri sudut tergelap Jiwaku, menggugahnya untuk kembali HIDUP. Lewat segala bentuk keHADIRmu, di setiap ruang dan waktu terberi, hingga bergulir dan tiba di titik terKINI...

Berharap semua hal baik yang dapat terus kita bagi tak akan pernah ada akhirnya...

Semoga... 

#VibrateLove

Wings of The Pheonix

The stars knew how long I've been wandering to find the heart that beats in tandem with mine.. The sun noticed how far I'd like to t...