August 9, 2019

Back to The Day of My Future Past...

Pada suatu hari ada yang berhasil membobol jalur ke ranjau-ranjau yang tertanam di Jiwa...

1. Aku kuatir ga cukup pantas untuk dapat kasih sayang dari orang2 yang kusayangi, aku mencoba meyakini bahwa self love itu cukup, tapi otak ga bisa bohong, sistem limbikku butuh stimulasi kasih sayang dari orang2 terdekat dg jiwaku...

2. Aku sering minder dengan casing/wadagku yang ga ada lembut2nya. Perempuan pada umumnya bisa tampil ayu dan anggun, membuat nyaman dan adem orang2 di dekatnya.  Aku dibesarkan untuk jadi fighter, mengandalkan ketepatan analisis, kemampuan berpikir cepat, sampai kegesitan bertindak dalam menuntaskan masalah.  Hal yang kadang bikin aku terlalu mandiri, dan mengintimidasi orang2 yang kusayangi..

3. Sepertinya casing/wadagku ga selalu sinkron dengan inti diriku. Aku sangat mudah menangis, tapi airmataku sering tertahan, dan kata2ku tercekat, karena aku gamau orang merasa ga nyaman dengan emosiku. Akibatnya di kondisi paling lemah, saat yang bisa kurasakan cuma remuk, aku ga mampu teriak minta tolong. Sementara orang2 di dekatku bahkan ga ada yang sadar aku sedang dalam kondisi butuh ditolong...

4. Aku kadang sedih karena jarang ada orang yang sadar ada Aku di balik casing/ wadag ini. Ada saatnya aku kepingin ada orang yang bisa merasakan emosiku, saat aku gapunya bahasa untuk mengurai kekacauan yang kurasakan di dalam diri. Tapi harapan ya tinggal harapan, saat aku ga berhasil membahasakan emosi di jiwa, selamanya orang berpikir aku baperan dan pemarah,  padahal aku hanya merasa inferior dan insecure...

5. Hatiku sangat mudah tersentuh cinta/ kasih sayang, kala itu terjadi bibirku sering kehilangan kata2 untuk membahasakannya. Sedang tangan dan tubuhku kadang terlalu kaku untuk berani menyentuh dan merengkuh dengan kasih sayang. Padahal aku hanya ingin mengalirkan daya yang terbangkitkan di dalam hatiku. Orang sering salah mengartikan itu sebagai bentuk keinginan untuk naik ranjang, melupakan kebutuhanku akan koneksi antar jiwa yang lebih punya makna...

6. Aku cukup sadar,  di balik segala bentuk inferiority dan insecurity yang sudah kutulis di atas, sesungguhnya aku adalah mahluk yang unik. Kekayaanku adalah pengalaman saat bereksplorasi dengan kehidupan, yang membuatku sadar akan AKU.  Sering aku berharap bisa menemukab orang lain yang juga suka bereksplorasi dengan hidup seperti aku,  sehingga pengalamannya bisa melengkapi pemahamanku...

Semoga...




No comments:

Post a Comment

Wings of The Pheonix

The stars knew how long I've been wandering to find the heart that beats in tandem with mine.. The sun noticed how far I'd like to t...