Showing posts with label Life Long Learners. Show all posts
Showing posts with label Life Long Learners. Show all posts

July 29, 2017

Logika, RASA, Iman, dan Divine Energy...

(Lanjutan dlemingan sebelum ini...)

Gini lho...

Iman itu sejatinya kan Inner Strength yang dibangkitkan oleh Konstelasi Energi Positif pada Body, Mind, Soul, n Heart, yang membangunkan Devine Energy (baca: God Spot) di Spirit...

Logika dibangun oleh konstelasi Body, Mind, n Soul, yang membangkitkan Free Will pada Ego...

RASA dibangun oleh konstelasi Soul, Heart, n Spirit, yang membangkitkan Devine Energy...

Ketika kita sudah bisa menyadari keberadaan semua komponen yang menyusun manusia di dalam diri, maka kita akan mampu mendeteksi terjadinya Default Error pada koneksi antar komponen yang ada dalam diri.

Energi Negatif di tiap lapisan berpotensi menimbulkan Error Reading pada Default Iman. Terutama Energi Negatif yang dihasilkan dari ketakutan (Fear) akibat ketidaktahuan dan kegagalpahaman...

Sayangnya ketidaktahuan dan kegagalpahaman di atas tidak membuat sebagian manusia termotivasi untuk mencari tahu tentang kebenaran sejati, karena dibelenggu oleh ketakutan (Fear)nya...

Sayangnya lagi, sebagian manusia yang lain justru take advantage dari Fear tersebut, mereka menebar kekuatiran dan teror secara mental dan emosional. Hingga makin terbelenggulah manusia yang hidup dalam ketidaktahuan dan kegagalpahamannya tadi...

Energi negatif pada Mental (Body - Mind) dan Emosi (Mind - Soul), akan membuat koneksi Soul-Heart bekerja pada spektrum energi negatif, yang membawa kegelapan...

Padahal sejatinya Iman itu membawa energi positif, karena Devine Energy pasti membawa terang...

Manusia yang hidupnya dinafasi oleh Devine Energy, hari2nya akan dipenuhi Energi untuk Growing n Glowing. Dia hidup di lipatan waktu yang sekarang, dengan menjadikan tiap detik dan menitnya, berlalu penuh kebahagiaan, hikmah dan ilmu bermanfaat...

Manusia jenis ini akan selalu memiliki energi positif untuk flying above the storm, karena Iman di spiritnya bekerja pada spektrum Devine Energy yang memberinya terang...

Dia tidak butuh lagi menguji Imannya dengan logika benar salah, yang membutuhkan konfirmasi dunia luar...

Hatinya tidak menyimpan ketakutan akan berbuat salah, karena Egonya sudah diprogram untuk memahami Human are Born to Make Mistakes and Learn from Them...

Hingga Soulnya mampu berkoneksi dengan Heart-Spiritnya pada spektrum Love Light Peace and Harmony, di mana Devine Energy bersemayam...

Berharap Gusti Allah berkenan mengajari kita caranya menjadi manusia jenis terakhir ini...

Semoga...

#SELF
#InnerStrength

Iman, Sejatinya RASA, dan Evolusi Diri...

Iman itu posisinya lebih dalam dari logika, adanya di Inti diri (Spirit) manusia kita. Tugasnya menafasi segenap gerak, laku, dan tutur manusia, dengan Devine Energy...

Sejatinya sehebat apapun logika (mind) manusia, ga akan pernah punya ruang untuk bertentangan dengan Iman, ketika jiwa (Soul) sudah berkolaborasi dengan nurani (heart), demi mengaktivasi ruh (Spirit), dalam proses memeluk terang (Devine Energy).  Saat di mana koneksi body-mind-soul, berhasil selaras dengan heart dan spirit, untuk memilah yang Benar itu bukan cuma sekedar Benar, tapi juga memenuhi kriteria Becik lan Pener...

Kalo masih merasa logika terlihat lebih terang dari iman, maka bisa dipastikan ada yang belum sinkron, pada koneksi antara Iman dan Egonya. Sinkronisasi di diri manusia bukanlah sesuatu yang konstan, sehingga koneksi positif antara Iman dan Ego harus dipelihara Stabilitas dan Kekuatannya...

Sebagaimana Cinta, Iman itu tentang RASA yang bergerak dengan bahan bakar Devine Energy. Siapapun berhak atas definisi berdasar apa yang dialami dan dirasakan terkait Cinta dan Iman yang dimiliki dan dirasakannya...

Pastinya...

Iman adalah kondisi pada RASA, yang baru tercapai ketika Body-Mind-Soul-heart-Spirit berhasil Synchronized n Aligned dengan vibrasi Devine Energy di SemestaNya. Iman akan membuat kita meyakini eksistensi diri manusia kita : Body, Mind, Soul, heart n Spirit, hanyalah tools dalam proses Evolusi di Metabolisme Semesta...

Iman dan Cinta, sebagaimana Ikhlas, Sabar dan Syukur. Semuanya adalah gerakan sunyi di dalam Inti diri, di mana RASA memiliki kuasa penuh dalam menentukan kebijaksanaan yang diambil oleh diri manusia kita dalam menentukan pilihan2 terbaik dan mengantisipasi segala konsekuensinya...

Literatur tekstual bisa saja menuliskan definisi apapun tentang kondisi ideal keberadaan Iman di RASA manusia kita. Tetapi RASA sejati adalah manifestasi Gerakan Sunyi pada Konstelasi Soul, Heart, n Spirit kita.  Hanya Gusti Allah, Sang Pemilik Kehidupan tahu persis bagaimana manusia ngelakoni setiap proses di lapisan2 terdalam dirinya...

Kalo sekedar dapat mencari dan menemukan definisi Iman di literatur keagamaan yang ada, mungkin ga akan perlu melewati serangkaian proses yang nggegirisi.  Seperti yang pernah dialami sebagian dari kita, saat harus berhadapan dengan sisi tergelap dari dirinya,  yang mengharuskan dia terlempar ke titik nadir terendah di jurang kehidupannya...

Manusia yang sadar akan kebodohan dan kehinaannya, rata2 cuma berani berharap diparingiNya cuilan ilmu dan pengetahuan, yang diperindah tetesan2 kebijaksanaanNya dan setitik terang cahayaNya, demi bisa lulus tiap lapis ujian kehidupan. Hingga mampu melewati segala bentuk proses pendewasaan jiwa, lewat ngelakoni tumbuh kembang RASA pada inti manusia dalam dirinya...

Semoga...

#ThePowerofConscience
#GoBeyondTheHorizon
#VeilofReality

September 29, 2016

The Teachers...

I have always wanted to be a Teacher. By then, I thought Teacher was only a profession and carrier option...

But as the time goes by and my life grows, I noticed for all the questions I asked, not all can be answered by people who work as teachers...

Later I realized for every questions answered, I will always have at least two more questions to ask...

So, I stopped looking for the way to be a teacher. I enjoyed my time becoming a curious student in exploring life...

Almost everyday life send me people who would teach me worth learning lessons...

Now I'd like to think, teaching is a life journey for people who has been spending enough time being a student in life, who realized that the most natural consequences of this journey is a lifetime learning...

How would we feel sufficient enough to be a teacher in this lifetime, once we know that we will never have enough time to learn everything about life...

This journey will definitely take forever, although we are completely sure too, even forever ain't enough...

Anyway,  Let's share gratitude to all the teachers we have all this while, in the tiny part of universe, where we live our wonderful life...

Thank You...
Thank You...
Thank You...

Bunch of Love,
ArifaH

#BowinDeepGratitude

November 26, 2012

Jatuh Cinta Lagi, Pada Sejatinya Cinta...

“Kita ga pernah tau KAPAN, DI MANA dan BAGAIMANA kita bisa 'JATUH CINTA'.. Tetapi hanya kita yang dapat menentukan apakah CINTA itu kan jadi ANUGERAH atau MUSIBAH dengan segala potensi kekuatannya. Setiap saat kita BUTUH CINTA dan PERLU untuk selalu MENGHIDUPKAN CINTA..”

Status yang menghadirkan tulisan ini.

JATUH CINTA LAGI, sepertinya Too Good to Be True. Tiga kata ini bahkan sepertinya tabu untuk diucapkan sebagai keinginan untuk orang-orang seumurku, terlebih bagi yang hidupnya sudah memiliki setting rapi bersama keluarga dan lingkungannya, lengkap dengan segala kungkungan nilai yang dipelihara di dalamnya.

Tapi tidak dapat dipungkiri, kabarnya menjelang dekade keempat menghuni kehidupan ini, manusia umumnya mengalami Puber kedua. Saat itu dia akan merasa gelisah dan seperti butuh untuk jatuh cinta lagi. Apakah ini kemudian jadi pembenaran untuk 'Jatuh Cinta' lagi dengan obyek yang baru..?? Ataukah itu tanda waktunya telah tiba untuk berkenalan dengan 'Cinta Sejati' yang kan membawa kita pada 'Sejatinya Cinta'. Sesuatu yang jika kita miliki akan menjadi anugerah yang terindah dalam hidup ini...


Dulu waktu masa remaja kita mengalami proses jatuh cinta, di masa puber yang indah disebut cinta monyet itu. Sebetulnya keindahan itu bukan tentang dia yang kita cintai, lebih tentang indahnya perasaan kita sebagai remaja yang berani menyatakan ‘I’m in Love’ . Keindahan dalam masa puber itu adalah keindahan menemukan diri sebagai pribadi yang tumbuh dewasa dan mampu mencinta .


Sayangnya ketika kita yang mantan remaja tumbuh, dan masuk masa puber kedua koq kembali mengalami masa bentuk gejolak pubertas yang sama dengan di puber pertama. Jatuh cinta lagi ke obyek yang lain. Sehingga banyak orang yang terjerembab jatuh ke dalam kubangan cinta, hanya karena dorongan ketertarikan fisik pada objek lain yang harusnya sudah selesai pada masa puber pertama. Hal yang berpotensi menghadirkan musibah.


Gejolak puber kedua idealnya mampu menjadikan kita pribadi yang semakin dewasa dan semakin mampu mencintai. Karena saat itu waktunya kita berkenalan dengan Cinta Sejati, modal awal untuk menemukan wujud Sejatinya Cinta demi kebahagiaan yang hakiki.


Definisi Cinta Sejati dan Sejatinya Cinta mungkin tidak sama antara satu benak dengan benak yang lain. Karena Cinta adalah rasa yang begitu indah namun memiliki definisi yang amat beragam. Tetapi bagi diri ini, kunci untuk mampu menemukan Cinta Sejati dan bergerak mewujudkan Sejatinya Cinta yang mampu menghadirkan kebahagiaan hakiki dimulai dari mengenali cinta pada sejatinya diri kita. Learning to Love Our Selves is The Greatest Love of All..


“Aku menemukan cinta yang mengizinkanku mencintai sejatinya diri demi kemampuan untuk mencintai kehidupan dan memuliakannya karena dari sana kan kutemukan bahagia. Ketika diri mampu ikut menghadirkan bahagia bagi sesama..” .


Ketika kita belajar mencintai sejatinya diri. Maka saat itu kita kan mengerti, begitu besar kebutuhan diri kita untuk merasakan dan membalas CINTA Sang Pencipta. Hingga berusahalah kita untuk selalu dekat, dan gelisah ketika jauh dariNya. Membawa kita untuk mengenali di mana letak kekuatan kita dan apa peran kita dalam memenuhi panggilan semesta. CINTA ini jelas mampu menghasilkan bahagia yang hakiki. Karena hanya CINTA PadaNya yang mengejawantah, dapat beresonansi di Jiwa, hati dan pikiran sehingga timbul daya yang memiliki energi dahsyat untuk berbuat dan menghasilkan karya.


Ketika kita berusaha mewujudkan CINTA ini lewat meladeni semesta, maka mereka yang dihadirkanNya di hadapan kita adalah kehidupan yang perlu kita sentuh dengan CINTA. Sentuhan CINTA yang membangun dan memberdayakan. Cinta sejati mampu membuat kita mencintai kehidupan dan memuliakannya, saat itulah kita akan menemukan bahagia yang sesungguhnya, dengan menghadirkan bahagia bagi sesama. Sesuai dengan pesan semesta, alasan utama mengapa kita diciptakan.


Kabarnya Life Begins at Forty.. Aku berharap saat itu kita sudah memiliki CINTA SEJATI. Saat di mana kita sudah mengerti tentang makna Sejatinya Cinta, yang menghubungkan hidup kita dengan Sang Pencipta dan Kehidupan Semesta. Semoga di dekade keempat. Puber kedua kita membawa pada penemuan cinta yang baru...

Diriku sungguh ingin menemukan cinta yang mampu membuatku selalu merasa hidup dan berbahagia. Untuk itu kupikir, kita harus Jatuh Cinta Lagi. Kali ini harusnya pada Kehidupan demi mencari cara membuatnya Worth Living. Dan hidup ini benar-benar akan Begins at Forty...

Yuk kita Jatuh Cinta demi memperbaiki kualitas hidup kita dengan cara menebarkan sebanyak mungkin Cinta pada Kehidupan yang mampu menghadirkan cahaya ke setiap sudut gelap hati sesama yang membutuhkannya. Karena begitulah cara kita untuk merasakan dan membalas CintaNya, yang akan mengejawantah lewat tiap usaha melayani sesama dengan penuh cinta yang membangun dan memberdayakan. Sehingga di saat yang sama kita pun memperoleh kekuatan Cinta, dari manfaat menebarkan Cinta yang membangun kehidupan. Semoga kita mampu menemukan, menyimpan, menumbuhkan dan melestarikan CINTA SEJATI itu...

#TentangCINTAyangSATU



Bunch of Love,

Arifah H.




Wings of The Pheonix

The stars knew how long I've been wandering to find the heart that beats in tandem with mine.. The sun noticed how far I'd like to t...