May 12, 2020

Sedulur Papat Limo Pancer

Sedulur Papat Limo Pancer

Emosi dan Ego sejatinya adalah kekuatan terbesar manusia untuk mendeteksi dan bersinkronisasi dengan semesta. Emosi dibutuhkan untuk membuka password software Intuisi, dan menguasai RASA.  Sementara Ego akan membuka password untuk software KARSA, dan menguasai Kehendak BEBAS... 

Di antara KARSA dan RASA, ada proses berpikir dan mencerna segala bentuk informasi yang ditangkap KARSA dan RASA, yang dikerjakan oleh kompleksitas software NALAR. Password dari NALAR akan ditentukan oleh dua hal, pertama adalah kekuatan Pengetahuan yang sudah diproses menjadi Ilmu oleh Pengalaman, kedua adalah kemampuan melampaui Dualitas, demi menyaksikan dan mencermati setiap proses yang bergerak di Semesta tanpa meNILAI... 

Kolaborasi NALAR,  RASA,  dan KARSA, akan mengaktivasi software WATAK, demi kemampuan menguasai dan mengelola POLA pada Pikiran, Tindakan, dan Ucapan.  Ketiganya memberi kita akses tanpa batas atas Kreativitas Semesta untuk BerBUAT, sesuai Potensi dan Peran... 

Harmoni dan penyelarasan dari setiap elemen yang membangun DIRI tersebut akan mengaktivasi PANCER Energi, yang menghubungkan jagad cilik dan jagat ageng di dalam DIRI, hingga pada gilirannya berhasil membangunkan Sang Daya CIPTA... 

Semoga... 

💞🙏😇🙏💞
Follow your heart, 
but take your mind with you.
Dialektika Transeden

 *Makasiiiihuntuk trigger hari ini...




KeSEJATIan dan PengABDIan

Hidup mengajarkan padaku bahwa popularitas, kedudukan, dan kebendaan, sering kali melalaikan kita dari kesejatian dalam pengabdian.

Sementara bentangan ilmu pengetahuan dan luasnya pengalaman seringkali justru menenggelamkan kita pada ilusi benar dan salah yang membutakan kesadaran.

Hanya kewelasan, kasih sayang,  dan cinta sejati yang mampu membumikan segala bentuk potensi pada tugas pengabdian, agar dapat dipupuk di atas landasan kesadaran akan tanggung jawab memberDAYAkan dan meMULIAkan kehidupan.

Demi hidup yang senantiasa bergerak, tumbuh, dan berkembang, lewat kesediaan berkontribusi dan berbagi manfaat dari Sang DIRI dalam rangka memenuhi tugas pengabdian, mengHIDUPkan segala bentuk kehidupan di Semesta.

Berharap di manapun ku berada, senantiasa dikuatkan dengan kemampuan untuk:

Membeningkan Jiwa
Memperindah Hati
Menajamkan Nalar
Membersihkan Tutur
Memparipurnakan Laku

Semoga...



Sejatinya DIRI dan CINTA Sejati

Sejatinya CINTA itu hadir kala DIRI butuh Persemaian untuk bergerak, tumbuh, dan berkembang,  menjadi versi yang lebih baik dari DIRI yang sebelumnya. Energi CINTA sejati ketika berhasil dibangkitkan di dalam Diri akan membantu siapapun yang memilikinya berkoneksi dengan setiap elemen yang menyusun Sang Diri. Hingga body, mind, soul, heart, dan spiritnya dapat saling terintegrasi dan membuka semua kunci2 potensi yang tersembunyi dalam DIRI. 

Setiap potensi yang terbuka pada gilirannya akan mengajak Sang DIRI membuka koneksi dengan individu lain yang memiliki vibrasi, frekuensi, dan energi yang dapat saling mengaktivasi, hingga terjalin kolaborasi dan kolaboraksi dengan formulasi paling tepat guna.  Sesuai rencana semesta kala memunculkan setiap koneksi di kehidupan kita sehari2, yang berpotensi melahirkan dialektika transenden, hingga semesta dapat terus berevolusi melalui proses tumbuh kembang setiap Jiwa di dalamnya. 

Ketika cinta yang dirasa begitu agung itu ternyata belum berhasil membuat dirimu atau diri siapapun yang sepertinya tengah kau cintai terupgrade menjadi versi yang lebih baik, maka ada baiknya sesuatu yang kau kira cinta itu dievaluasi dengan cermat. Bisa saja itu cuma ilusimu saja, buah dari kelaparan jiwa yang kau abaikan. Pikiranmu hanya kau sibukkan dengan menuruti gejolak emosi dan nafsu sesaat, membuatmu terus berputar2 di tempat yang sama dari waktu ke waktu. Begitu sarat sensasi tetapi gagal membuatmu memenuhi panggilan jiwa untuk menyelami kesejatian Sang Diri. 

Jika dalam perjalananmu menemukan CINTA yang terpaksa harus kau telan lagi2 hanyalah serangkaian elegi dan nelangsa, maka bisa dipastikan rasa yang selama ini kau kira Cinta itu bukanlah CINTA.  Saat itu terjadi bercerminlah, kemudian masuk ke sudut terdalam jiwa, periksalah apa bangunan CINTA Sejati sudah berhasil tegak di dalam Diri.

Sesungguhnya hanya manusia yang berhasil menyelami rahasia tentang cara menyempurnakan bangunan CINTA Sejati di tengah kisah tak sempurna menemukan sejatinya Diri yang akan selalu disuguhkan Sang Hidup, memiliki peluang memahami caranya membantu Jiwa lain menemukan Cinta Sejati bagi Dirinya. Sedang koneksi dengan Individu lain hanyalah Cermin untuk menemukan lubang2 di Jiwa dalam perjalanan menegakkan Sang DIRI Sejati dan menemukan Sejatinya CINTA. 

Selamat melanjutkan perjalanan menapaki kehidupan yang terkini, semoga segera menemukan alasan untuk terlahir kembali.

*Makasiiiih diskusinya yak....


Notes to Myself

Note 1

Manusia tugasnya bertumbuh sesuai bergeraknya peran, manusia yang sedang tumbuh akan menemukan cara terbaik untuk menaikkan vibrasi energinya, itulah yang membuat hidupnya menjadi hidup. 

Manusia yang belum menemukan titik tumbuh akan sibuk mencari sensasi untuk membuatnya merasa hidup, mengerjakan hal2 yang sensasional tapi sejatinya tidak menambah apapun, ataupun mengajaknya bergerak ke manapun.

Kamu mau jadi manusia yang mana..?


Note 2

Kita gabisa membangun masa depan lewat merekonstrusi dan memanggil ulang romansa masa lalu, kita cuma boleh belajar dari setiap peristiwa dan kenangan, bagaimana keduanya mempersenjatai diri kita dengan sebentuk kesadaran yang utuh... 

Kita juga gabisa membangun masa depan, berdasarkan lompatan visi dan misi yang digagas para time traveler, lewat kemampuan mereka menyiasati waktu... 

Kita hanya bisa membangun masa depan dengan menyeleksi hal2 terbaik yang muncul dan  terjadi di masa kini... Lalu memformulasikannya dengan pelajaran dari masa lalu, kemudian mengkombinasikannya dengan rencana strategis berdasarkan visi dan misi masa depan...


Note 3

CINTA sama sekali bukan tentang mendapatkan apa2 yang menjadi keinginan kita, sesungguhnya CINTA itu lebih tentang menyediakan DIRI untuk menjadi Persemaian bagi JIWA siapapun yang dikirimkan semesta untuk mengisi ruang di 
HATI. 

Jiwa kita akan TUMBUH, seiring dengan bergeraknya Tarian Cahaya di Persemaian yang kita ciptakan, saat tiba waktunya JIWA yang semesta kirimkan menyentuh Lubuk terdalam Jiwa. Hingga energi CINTA terbangkitkan, dan memenuhi Ruang Hati dengan Cahayanya.


Note 4

Pesan terbesar dari membangun Self Love adalah menggali potensi Diri, demi membuka rahasia peran sejati di semesta. Setiap jiwa yang dihadirkan sejatinya adalah cermin bagi semesta di dalam Diri untuk memaknai pertumbuhan jiwa kita. 

Terkadang kita terdistraksi oleh kisah tak sempurna, bahkan drama yang seringnya membuat kita merasa tidak cukup punya makna untuk sebuah eksistensi.

Hingga kesadaran tiba untuk melepaskan setiap beban yang ada, menyerahkan semua kuasa pada gerak semesta, maka segalanya akan tertata sebagaimana kebutuhan semesta akan 
Eksistensi kita.


Note 5

Adakalanya hal2 terbaik dari CINTA di dalam kehidupan terhidang begitu saja tanpa kita pernah memintanya atau mengharapkannya, hingga begitu mudah terlewatkan dan terlupakan karena diri ini terlalu sibuk mengurusi keruwetan yang disuguhkan hidup sehari2.

Ada baiknya ambilah jeda, berhenti sejenak untuk mencermati dan merasakan kembali, keindahan apa saja yang belum sempat kita apresiasi dari CINTA yang hadir di lipatan waktu terkini. Hingga kita mampu memaknai yang sejatinya kita miliki, tanpa semesta perlu mengambilnya kembali.

Sesungguhnya CINTA menjadi kuat saat kita membangunnya dengan konsistensi dari hal2 indah yang kita lakukan sehari2. Hingga proses yang berjalan selalu dapat mengajak kita untuk terus bergerak, tumbuh, dan berkembang.


Note 6

Reborn itu kan artinya menghidupkan kehidupan dengan kesadaran baru, semakin jujur pada diri dan cermat niteni setiap gerakan tersamar dalam diri.

Mungkin kuncinya ada pada memelihara fokus agar tetap menjadi kesadaran di balik semua pelangi rasa yang mewarnai ego dan emosi di jiwa. Kemudian melampauinya dengan memilah buah pikiran dan rasa yang paling dibutuhkan saat ini.

Framework terbaik pada kesatuan aksi naluri nalar dan nurani akan membawa sang diri pada pembaharuan, dengan tetap memelihara kebeningan.

*Apa radarnya dimatiin aja dulu ya...?















MercuSUAR

MercuSUAR

Sudah berbulan2 waktu bergerak sejak kita pertama kali bertukar sapa. Rasanya aku seperti menemukan pembangkit energi bertegangan tinggi, untuk merecharge penatnya jiwa. Sebagaimana yang akhirnya DIRImu saksikan, nyatanya aku tidak setegar yang dilihat orang, tidak pula sebijak yang ditampilkan tulisan2ku...

Aku seperti web yang tengah dikonstruksi ulang, Jiwa terpecah yang tengah mengupayakan proses integrasi setiap keping bagian di dalamnya. Aku hanya berusaha untuk bertahan di setiap badai topan yang kuhadapi. Agar aku dapat tetap memenuhi kewajiban ku tetap bersinar, buat semesta mungil tempatku berbagi hidup. Terutama agar aku dapat menjadikan hidupku terasa cukup berharga untuk dijalani...

Seringkali aku membuat hari2ku terasa seperti di neraka karena menginginkan banyak hal yang rasanya pantas kudapatkan, sambil terus menggugat dan mempertanyakan, kenapa semua ini harus terjadi padaku...  

Aku pernah meyakini, kalau aku berusaha dengan cukup keras, aku bisa saja menggunakan semua potensi yang kupunya untuk mendapatkan segala yang paling kuingin dan butuhkan dalam hidup. Tak seorang pun berhak menghalangiku mengupayakan bahagia...

Kupikir itulah saat di mana tiang2 penopang hidupku mulai runtuh, ketika aku mulai melihat sekeliling demi menemukan celah untuk melarikan diri, sambil mencari sosok lain yang dapat menyelamatkanku. Kupertaruhkan kepala dan hatiku demi transaksi dengan kegelapan, untuk sesuatu yang rasanya seperti CINTA dan KeBEBASan. Aku ingin berlari secepat mungkin, lalu terbang tinggi dan menjauh, menuju masa depan yang kupikir dapat membuatku meRASA Hidup...

Kemudian aku malah tersesat...

Walau aku sering merasa harus kembali, tapi rumah tidak lagi terasa seperti tempat nyaman untuk jiwaku pulang. Aku tidak yakin lagi apa yang harus kuperbuat hingga semua yang terasa begitu keliru bisa kuperbaiki...

Meski demikian, Aku selalu membiarkan satu pintu terbuka untuk emergency exit, dan tetap meninggalkan ruang buat kakiku kembali menapaki dunia bawah, demino lari lagi dari realita.  Aku memang berhasil berhenti bertransaksi dengan kegelapan, tetapi DIRI ini hanya mampu sedikit bergeser ke twilight zone, di mana cahaya yang menyentuh kegelapan di horizonku, bisa sebentar datang, kemudian pergi lagi..

Aku jatuh CINTA lusinan kali, dan terpaksa merelakan waktu dua kali lipatnya untuk bangkit dari konsekuensi patah. Kemudian aku masih harus investasi waktu tiga kali lebih banyak dari itu untuk mengembalikan DAMAI di kedalaman DIRIku.  Setiap kali keSADARanku menggugat bersalah isi pikiran dan aksiku, atas semua yang pernah kuperbuat...

Itulah saat semesta mengirim DIRImu, masuk di keHIDUPan ku...

Aku mengerti, DIRImu mungkin terhenyak menyaksikan aku seperti kapal yang sudah terlalu lama berlayar dalam badai, hilang arah, dan terhempas melewati batas2 horizon. Entah bagaimana perlahan tapi pasti, DIRImu berhasil membongkar kegelapan di dalam DIRI yang membuatku hilang kendali.  Bahkan mengenali legamnya amarah yang kusimpan di sudut tergelap kepingan jiwaku...

Percakapan kita memberiku kesempatan membuka dan menyembuhkan luka2 yang tersembunyi, membuatku mau mengingat Akarku. Entah bagaimana caranya DIRImu membuat jiwaku kembali berpendar tanpa pernah menyentuh ragaku. Sesempurna yang mungkin kuHARAPkan, kita berbagi energi lewat bertukar pengalaman dan pengetahuan, di setiap diskusi. Hingga Kita berhasil memijak level pemahaman yang Baru dalam setiap guratan perJALANan...

Dirimu muncul bagai MercuSUAR di dalam badai yang tengah menerpaku...

Sebanyak topan yang kukirimkan ke arahmu, sebesar itu juga aku mendapatkan akses ke Energimu. Tidak heran, aku seperti tidak pernah merasa bosan menggapai benakmu. Maafkan jika selama ini aku sudah bertindak sesuka hatiku, dan sering membuatmu jengkel. Sungguh aku tak mampu menahannya...

Begitulah adanya DIRImu, seperti cahaya bintang di tengah gulitanya langitku. Aku belajar the  Art of Surrendering dari koneksi kita.  Aku berlatih caranya berhenti meletakkan harapan pada apapun. Hingga aku mulai lebih menghargai dan menaruh kepercayaan pada segala yang telah terinstal di dalam DIRIku sendiri...

Izinkan aku menjura dalam rasa terimakasih, untuk setiap bentuk kebaikan hati yang penuh manfaat, atas semua kata terbaca, dan buat begitu banyak kesempatan yang telah terberi, untuk DIRIku meNIKMATi keberADAanmu. Semuanya menyentuh lubuk terdalam jiwaku dengan pesan yang NYATA...

Rasanya aku tak akan pernah cukup bersyukur atas semua tarian energi yang mengaliri sudut tergelap Jiwaku, menggugahnya untuk kembali HIDUP. Lewat segala bentuk keHADIRmu, di setiap ruang dan waktu terberi, hingga bergulir dan tiba di titik terKINI...

Berharap semua hal baik yang dapat terus kita bagi tak akan pernah ada akhirnya...

Semoga... 

#VibrateLove

October 24, 2019

Fertile Solitude...

Terbukti sahabat terbaik bagi Sang Jiwa adalah Nalar yang Bersih dan Hati yang Bening...
Sedekat apapun DIRI lain bergerak menemani Sang Jiwa berjalan, selalu akan tiba pada fase Floating, di mana segalanya kembali ke ground zero. Ada saatnya dinamika kepentingan dan kebutuhan, tidak dapat selalu seiring sejalan...
Pada situasi seperti inilah kesetiaan Sang Jiwa kepada proses tumbuh kembangnya diuji...
Menepi di Keheningan adalah saat yang paling dibutuhkan Sang Jiwa untuk kembali mengepakkan sayap-sayap harapan. Demi menerbangkan segenap rasa dalam dentingan karsa, kepada orbit sejatinya, di Semesta...
Semoga...

October 4, 2019

The Me, I am...

Aku memang gumpalan emosi, yang entah bagaimana terbentuknya, adalah bagian dari dirimu... Aku adalah ketakutanmu, aku adalah kesedihan dan kekecewaanmu yang pernah ada namun kau kubur, karena kau terlalu pengecut untuk merasakan lukaku... 

Aku adalah bagian imaji terliarmu, yang kaupaksa tidur di sudut tergelap jiwa, hanya karena kau terlalu cerdas untuk mengakui kebodohanku, sebab aku menyimpan keinginan atas hal-hal yang kau pikir tidak dibutuhkan untuk menumbuhkan jiwamu...

Kalau bukan dirimu lalu siapa yang mau mendengarkan aku, saat aku ingin berteriak, mengatakan semua rasa yang kupendam... Saat hasratku satu-satunya untuk hidup bahagia kau enyahkan dari harapanku...

Jujurlah,
Rasakan Aku...
Ketahuilah,
Akui Diriku... 

Aku adalah diri Manusiamu yang kau abaikan, karena keinginanmu menjadi malaikat...  Aku adalah iblis yang kautakuti...  Aku adalah monster laknat yang menggerogoti damaimu... Aku adalah semua sampah busuk yang kautimbun seumur hidupmu... 

Sayangnya aku adalah dirimu, yang hanya ingin memberi warna pelangi pada nafasmu, hingga kau merasakan hidup masih cukup indah untuk dinikmati... 

Semoga... 


#FallinLove 
#StayThere 
#VibrateLove 



Wings of The Pheonix

The stars knew how long I've been wandering to find the heart that beats in tandem with mine.. The sun noticed how far I'd like to t...